Langsung ke konten utama

Mencintaimu Tanpa Pernah Bertemu

Kepalaku masih terasa pusing akibat flu yang menyerang mendadak beberapa jam lalu. Tetes demi tetes air masih turun sisa hujan yang telah lalu. Namun malam semakin gelap dan sunyi kala kuputuskan untuk membuka mataku kembali.

Aku menanti pesan darimu di Whatsapp. Dan ternyata benar, kamu membalas pesanku yang lebih banyak gombalan tak bermutu. Kamu kirimkan tangkapan layar yang berisi sajakmu yang baru saja kau buat. Benarkan yang kubilang? Kau bisa menulis lagi seiring berjalannya waktu. Seperti aku yang bisa menerima bahwa dia tak mencintaiku.

Kala itu, aku bercerita kepadamu tentang si dia. Betapa dengan sabarnya kau menanggapiku meski diam-diam kau jatuh cinta padaku. Dan ketika aku sudah melepasnya, kau berkata, "let me heal you, Mas."

Awalnya aku bingung, kau mencintaiku namun aku belum sepenuhnya menggerakkan hatiku dari dia. Kau pun sabar menunggu. Hingga malam itu aku sadar, aku bukan belum bisa mencintai lagi. Tapi sebenarnya aku sendiri yang enggan meninggalkan semua tentang dia.

Aku sadar, aku harus berhenti mencari dan melihat siapa yang ada disisi. Dan kutemukan kamu. Seorang perempuan galak nan unik dari seberang lautan sana. Yang berulangkali mengatakan ingin bertemu denganku secara langsung. Apakah aku bisa jatuh cinta lagi? Entahlah, aku pun tak tahu. Apakah aku bisa mencintai tanpa pernah bertemu? Mungkin saja.

Dan mungkin saja orang-orang menganggapku gila. Tapi biarlah mereka mengungkapkan apa yang mereka rasa. Aku biarkan kamu untuk menyembuhkan segala luka yang pernah aku terima. Tolong jangan sampai kau malah menambahnya.

Komentar